Cermi : Kita Punya Pilihan

CerMi

Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana saya dapat mengimplementasikan Habit #1 yang saya baca dari Buku “7 Habits” karya Stephen R Covey

 

KITA PUNYA PILIHAN

 

 

Hidup yang sekarang saya jalani tidak hanya “Terjadi.” Apakah saya tahu atau tidak, itu adalah hasil dari keputusan-keputusan yang saya pilih. Pilihan adalah milik saya. saya memilih untuk bahagia, bersedih, tegas kepada orang lain, berempati, sukses, gagal, berani, takut. Apapun yang saya pilih, saya teringat satu hal, yaitu saya masih bersyukur mempunyai pilihan. Mana yang buruk, mana yang baik, mana yang lebih baik, mana yang efektif, mana yang lebih efisien dan seterusnya sampai jatuh kepada pilihan yang tepat.

Stephen R Covey dalam bukunya mengajak kita untuk coba mencermati, berapa banyak dalam sehari, anda mendengar kata “Saya harus…” , “Saya tidak bisa…” , “Saya ingin…” , “Saya butuh…” ? Tanpa kita sadari, kita selalu memilih untuk melakukan sesuatu. Tapi apa alasannya ? perhatikan contoh di bawah ini.

“Saya harus menggunakan helm saat mengendarai motor.”

“Saya ingin selamat sampai tujuan.”

“Saya tidak ingin menghadiri meeting, tolong gantikan saya.”

“Saya butuh hasil meeting tersebut, tolong dijadwal ulang.”

“Saya tidak bisa masuk kerja hari ini karena hujan.”

“Saya mungkin terlambat masuk kerja.”

 

Menjadi proaktif seringkali disalah-artikan sebagai harus selalu nomor satu, berada di depan, bersinar terang-benderang di antara yang lain, menjadi panutan absolut, selalu kritis, hidup penuh tantangan, mengambil resiko, tanpa takut gagal, dan bahagia. Ini adalah contoh nyata masyarakat kita yang notabene reaktif, asumtif dan mudah sekali tersulut emosi tanpa berusaha untuk mengerti dan paham kondisi situasi lingkungan.

Menjadi proaktif memiliki makna lebih dari sekedar merencanakan dan melakukan tindakan. Tapi kita harus juga bertanggungjawab terhadap hidup kita masing-masing. Berbeda dengan orang yang reaktif, yaitu yang menempatkan tanggung jawab keputusan yang diambilnya pada hal lain. Contohnya sebagai berikut.

  • Orang tua yang mempunyai temperamen tinggi, umumnya anaknya juga pasti seperti itu. Bisakah anak tersebut mencoba untuk lebih baik mengontrol emosi daripada orangtuanya ? (Genetic Determinism)
  • Orang yang mempunyai tubuh gemuk besar tidak percaya diri. Bisakah orang tesebut mencoba berubah untuk hidup sehat ? (Psychic determinism)
  • Staff kantoran mempunyai lingkungan kantor yang tidak nyaman. Bisakah staff tersebut beradaptasi dengan lingkungan ? (Environmental determinism)

Orang yang proaktif akan mampu fokus pada hal-hal yang bisa mereka kontrol, guna melihat konsekuensi dari pilihan yang akan mereka ambil. Melakukan tindakan dengan tujuan nyata, niat yang baik, yakin dan percaya akan hasil yang positif. Tidak berfikir bahwa keputusan yang mereka ambil karena memang harusnya seperti itu (sudah dari sono-nya). Sedangkan orang yang reaktif, akan selalu mencari alasan untuk tidak menempatkan tanggung jawab pada dirinya sendiri, mengambil keputusan berdasarkan hal-hal yang tidak bisa mereka kontrol.

Stephen R Covey memberikan 3 poin sederhana jika kita mau mencoba menjadi proaktif.

  1. Rubah pola pikir “Saya tidak punya pilihan lain.” menjadi “Pasti ada cara lain”.
  2. Akui kesalahan dan pahami penyebab kegagalan. Pengalaman akan berharga jika kita hargai, sebaliknya akan jadi penyesalan jika dilupakan.
  3. Berlatih untuk mencapai tujuan. Meskipun tujuan kecil misal “Saya ingin tidak gampang sakit walaupun kehujanan.” Atau “Saya mungkin bisa lebih sehat jika mulai berolahraga.”

 

Semoga dengan cermi ini kita bisa lebih memahami bahwa menjadi orang yang proaktif tidak sesulit yang selama ini kita bayangkan.

Link SKUP – mj100.ilearning.me/2016/09/05/bimoprakoso-1611493748-skup/

Posted in

Article written by

Hello ! I'm a new student here. Let's try harder ! And smarter !

7 Responses

  1. Rubah pola pikir,Akui kesalahan dan pahami penyebab kegagalan.Berlatih untuk mencapai tujuan. Menjadi proaktif memiliki makna lebih dari sekedar merencanakan dan melakukan tindakan. Tapi kita harus juga bertanggungjawab terhadap hidup kita masing-masing.
    Aku yess Bimo..hehehe Good Share ^-^

  2. Banyak teori untuk menjadi sukses, tetapi saya merasa 7 habits ini paling mudah untuk dimengerti dan dicoba, jika tidak sampai 7 habits , sampai habit ke 6 pun sudah luar biasa efeknya pada pribadi seseorang.

    bagi yang belum membaca saya sarankan untuk segera membacanya .tq

  3. kita adalah energi yg cukup hebat, cukup dahsyat…
    pikirna positif, pikiran membangun, pikiran maju akan terbawa di sekitar lingkungan kita… semua akan termotifasi, semua akan terbawa oleh semangat energi kita yg positif….

    jadi jangan sekali-kali membuat status yg sifatnya negatif…itu akan membawa di kehidupan anda sehari-hari.

    mari befikir positif.

  4. Sangat…sangat menarik Bim. 100 untuk Bimo. Mengapa harus seratus….?.

    Karena 10 x 10 = 100 itu sudah pasti ya kan Bim. Begitu juga kalau kita bilang 10 kali gagal-gagal, maka hasilnya dapat dipastikan bukan hanya 10 kegagalan tapi bisa 100 kegagalan menghadang kita…..So…mengapa tidak kita bilang Yes… 10 kali berhasil-berhasil…10 kali kita bilang Yes I can…InsyaAllah Tuhan akan mengabulkan. That’s proactive….

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.