CerMi Tugas 4 Diskusi MJ100Z

Ini adalah kompilasi posting penyelesaian Tugas 4 MK Pengantar Manajemen MJ100Z berupa diskusi.

Udah lama juga gak nulis-nulis (CerMi) gatel juga nih tangan, kebetulan sambil “nyuri-nyuri” waktu ada waktu luang manfaatin aja buat ngumpulin postingan temen kelas iLP MJ100Z dalam penugasan (Assignment) kegiatan belajar mengajar (KBM) di semester ini.

Berawal dari penugasan ke 4 untuk MK MJ100, temen-temen kelas diajak berdiskusi untuk membahas dan mengulas artikel KEPEDULIAN  ini. Temanya tumbuh kembangkan rasa peduli.

Menarik untuk dibaca dan sebagai pengalaman peserta (mahasiswa) dalam mengikuti KBM iLP khususnya pada mata kuliah Pengantar Manajemen di Semester Ganjil TA 2017-2018 ini.

Silakan di BBC yah

Discussion

Postings

Profile From Endang Suryana @ 20 Sep, 8:00 am (49 days ago)

Hello Dear,

Apa yang sudah dan atau  temen-temen bagikan dan berikan kepada orang lain selama “menjalani hidup dan kehidupan” ini?

Saya berkeinginan untuk berbagi dan memberi apa saja mungkin yang saya miliki, ha…ha….ha…….itu rasanya mungkin terlalu “ambisius” yah!?

Btw cobalah ngambil manfaat dari diskusi kita di sesi KBM minggu ke 4 ini yah……Just read and write…..OK

ProfileFrom Cahyo Anggoro Seto @ 1 Oct, 3:26 pm (37 days ago)

Halo, teman teman dan pak Endang mohon izin mengutarakan pendapat saya mengenai kepedulian sosial ini.

Saya amat sangat setuju sesuai pendapat rizaldy dan anjelika. Sejatinya manusia memang makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya dalam menjalani kehidupan ini.

Kepedulian sosial seyogyanya harus mulai ditanamkan sejak kecil kepada tiap individu. Dengan mengajarkan bagaimana cara berbaur dengan lingkungan dan tidak menutup diri kita dari lingkungan sekitar kita. Tentunya hal ini yang akan menumbuhkan kepedulian sosial kita terhadap orang lain maupun lingkungan sekitar. Seperti contoh sederhana, kita sebagai anak muda ikut aktif dalam kegiatan karang taruna dilingkungan sekitar. Dari organisasi tsb kita dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan lingkungan sekitar kita. Disamping itu, kita juga akan saling mengenal satu sama lain dengan tetangga kita.

Tapi menurut saya, saat ini hal tersebut sedikit demi sedikit mulai menghilang. Mengapa saya katakan demikian? kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat kita menjadi individu yang apatis terhadap lingkungan sekitar kita. Sejak saya kecil setiap jam 3 sore dan setiap jam 7 malam lingkungan tempat saya selalu ramai, baik itu dipenuhi oleh anak anak yang berkumpul dan bermain. ataupaun bapak bapak dan ibu-ibu yang berkumpul untuk berbincang.

Namun hal seperti sudah jarang terlihat saat ini, mungkin karena banyak dari mereka yang sibuk dengan gadget (handphone / laptop) dan lebih memilih untuk stay dirumah dan surfing di dunia maya. ataupun ibu ibu yang saat ini lebih sering menghabiskan waktunya dirumah untuk menonton tv. Tentunya hal ini lah yang semakin lama menghilangkan rasa kepedulian sosial kita terhadap lingkungan sekitar kita. Untuk apa kita mengetahui perkembangan politik yang terjadi di negara kita, maupun perkembangan dari negara luar, tetapi kita tidak mengetahui perkembangan informasi di lingkungan sekitar kita tinggal.

Jadi menurut saya, alangkah baiknya kita tanamkan kepedulian sosial kita dari lingkungan yang paling kecil. Yaitu keluarga, teman, kerabat maupun lingkungan sekitar kita.

Mengenai materi kehidupan sosial yang kita bahas kali ini, ada kisah inspiratif yang mungkin ingin saya share kepada teman teman sekalian yaitu  kisah mengenai tenzing norgay , dan apa yang telah iya berikan kepada org lain. untuk lebih jelasnya kalian bisa baca kisahnya disini ya.

Terima Kasih dan tetap semangat

Profile From Endang Suryana @ 1 Oct, 4:02 pm (37 days ago)

Mantap Cahyo dengan pendapatnya ini………100% agree.

Tinggal kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita kok, contohnya yah sekarang ini kita sudah lakukan berbagi dan memberi dalam kegiatan belajar mengajar iLP ini………semangaaaat

ProfileFrom Cahyo Anggoro Seto @ 1 Oct, 4:22 pm (37 days ago)

Oh iya benar juga apa yang bapak katakan, salah satu bentuk kepedulian sosial itu contohnya kita memberikan feedback terhadap pendapat teman teman kita. atau istilah yang biasa kita kenal di ILP itu BBC hehe

ProfileFrom Adi Lestarianto Wibowo @ 1 Oct, 10:07 pm (37 days ago)

Wih… Taunya sudah banyak yang mulai diskusi ya? tongue-out

Sama dengan apa yang saya rasakan. Jangankan stay di rumah, sekarang pun nongkrong rame-rame sibuk dengan update statusnya masing-masing, atau reply status orang… frown

Bagaimana mau peduli dengan sekitarmu kalau mata hanya tertunduk ke arah gadget?

Yah, paling tidak kalau kita menyadari hal ini artinya kita sudah mulai peduli. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

ProfileFrom Muhammad Rizaldy Fitrah @ 2 Oct, 11:47 am (37 days ago)

Mantap om cahyo. Sudah diambil contoh dari kehidupan sehari-hari

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:09 pm (36 days ago)

Karang Taruna, organisasi seperti ini memang sangat bermanfaat bagi anak muda. organisasi ini adalah tempat pembinaan, pengembangan untuk kegiatan ekonomis produktif dengan penggunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada.

Karang Taruna punya tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, keterampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian.

Di organisasi ini kita bisa saling berkenalan satu sama lain, bermain, belajar & masih banyak lagi. yang tadinya belum saling mengenal nantinya akan bisa mengenal, dan kita pun bisa menambah banyak teman lewat organisasi ini.

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:11 pm (36 days ago)

Setuju banget sama pendapat mas cahyo, lanjutkan…

ProfileFrom Muhammad Rizaldy Fitrah @ 26 Sep, 5:49 am (43 days ago)

Sudah sangat jelas pak, seperti yang dikemukakan oleh Tokoh Masyarakat Orang Bule (ARISTOTELES). Zoon Politicon, sebuah istilah untuk menyebut makhluk sosial. Bahwa “menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain, sebuah hal yang membedakan manusia dengan hewan”. Tidak ada seorang manusia yang sukses tanpa bantuan orang lain ~Muhammad Rizaldy Fitrah

Maka dengan membantu orang lain, itu akan membuat orang lain mencapai sebuah kesuksesan. Sukses dalam arti apapun. Artinya “artinya kamu membantu dia. Kamu lebih mengerti daripada dia. Dia sukses. Kamu akan lebih sukses”

Terima kasih. Monggo komen saran kritiknya 🙂

ProfileFrom Muhammad Rizaldy Fitrah @ 29 Sep, 2:07 pm (39 days ago)

Yuk monggo dikomen

Profile From Endang Suryana @ 30 Sep, 8:12 am (39 days ago)

Rizaldy…..Lanjut terus saja  “memberi dan berbagi”  untuk kebaikan sesama. Jangan pernah “terkandaskan dan terkalahkan” oleh lingkungan……..jika belum ada teman yang mau atau belum siap untuk juga memberi dan berbagi kepada kita, anggaplah itu prospek untuk investasi meningkatkan….EQ (kecerdasan emosi) kita, ingin tahu tentang EQ? Silakan klik I N I ……..Semangat……

ProfileFrom anjelika anjelika @ 30 Sep, 4:06 pm (38 days ago)

bener sekali zal tentang yg kamu tuliskan itu “menusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain, sebuah hal yang membedakan manusia dengan hewan”

ProfileFrom Cahyo Anggoro Seto @ 1 Oct, 3:30 pm (37 days ago)

benar sekali, kesuksesan akan lebih berarti apabila kita ikut membantu orang lain dalam mencapai kesuksesan mereka. 🙂

ProfileFrom anjelika anjelika @ 1 Oct, 7:36 pm (37 days ago)

Nahh.. Iya bener ini,slain kita bnyak amal,kita jadi panutan.

ProfileFrom Adi Lestarianto Wibowo @ 1 Oct, 10:17 pm (37 days ago)

Namun perlu diingat, hidup bermasyarakat, berinteraksi dan bersosial juga perlu dilakukan secara fisik. Jangan terjebak dengan interaksi dan sosialnya dunia maya. Sebab banyak orang yang berpikir sudah cukup bersosialisai dengan media sosial saja, interaksi sudah cukup lewat status. Kepedulian sosial tidaklah cukup hanya dengan kata-kata di twi*tter, status di face*book.

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:16 pm (36 days ago)

Setuju sama om rizal. manusia memang makhluk sosial & tak bisa hidup sendiri. kita harus ringan tangan untuk menolong orang orang di sekitar kita yg sedang membutuhkan bantuan. seperti kita, kita harus saling kerja sama untuk mencapai kesuksesan.

ProfileFrom anjelika anjelika @ 30 Sep, 4:05 pm (38 days ago)

seperti apa yg di tulis dimateri KEPEDULIAN  ini..

bahwa kita manusia tidak bisa sendiri,kita harus saling berinteraksi,kita harus saling membantu sama lain,selalu menyebarkan hal positif kesekitar kita,menumbuhkan keakraban,menumbuhkan rasa harmonis,saling menghormati satu sama lain,membantu orang yg membutuhkan bantuan,dan hal positif lainnya.Untuk menghidari kejahatan,dan memperbanyak amal tentunya.karna yg diajarkan dikeluarga saya adalah :”apa yg kamu tanam itulah yang akan kamu tuai”.mana tau esok atau lusa kita yg akan butuh bantuan,dan pastinya kita akan ada yg bantu.

itu sedikit dari saya tentang pemahaman saya dari materi kepedulian ini

Anjelika Damanik

ProfileFrom anjelika anjelika @ 30 Sep, 4:07 pm (38 days ago)

mohon bantuannya teman-teman,mohon dicomment please…

Profile From Endang Suryana @ 30 Sep, 6:30 pm (38 days ago)

Yes….manusia bukan mahluk soliter tapi homo homini socius (manusia adalah mahluk sosial)….dan juga bukan mahluk haluuuus ya kan Anjelika?

Coba maknai “Qoute” ini yah……..

 

ProfileFrom anjelika anjelika @ 1 Oct, 6:41 pm (37 days ago)

Siap pak…

ProfileFrom Cahyo Anggoro Seto @ 1 Oct, 3:32 pm (37 days ago)

betul sekali yang dikatakan anjelika. sebarkan kebaikan dimulai dari lingkungan sekitar kita 🙂

ProfileFrom anjelika anjelika @ 1 Oct, 7:34 pm (37 days ago)

Yuppppp

From Adi Lestarianto Wibowo @ 1 Oct, 10:43 pm (37 days ago)

Dear Anjelika,

Setuju sama pemahaman kamu, namun kalau kamu lebih perdalam lagi ke inti materinya, bakal lebih asyik deh buat didiskusikannya.

ProfileFrom Muhammad Rizaldy Fitrah @ 2 Oct, 11:49 am (37 days ago)

Luar biasa. Sangat setuju sekali, apa yang kau tanam itulah yang akan kamu tuai

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:21 pm (36 days ago)

Benar sekali kak, manusia memang tak bisa hidup sendiri. jika sedang kesulitan tidak usah sungkan untuk bertanya, meminta bantuan, dan yang lainnya. kita semua harus saling berbuat baik, memperbanyak amal. agar tak ada lagi kejahatan.

ProfileFrom Adi Lestarianto Wibowo @ 1 Oct, 9:57 pm (37 days ago)

Kepedulian Sosial… Ini yang memang saya rasakan juga sudah mulai menghilang dari kebiasaan masyarakat sekarang ini. Sikap individualistik, dan bersosialisasi namun hanya melalui perantara “media sosial” menurut saya adalah awal pemicu hilangnya kepedulian sosial dari lingkungan masyarakat.

Gotong royong, kerja bakti, musyawarah bersama, dianggap sudah kuno, ketinggalan jaman. Face*book, Twi*tter, Ins*tagram, menggantikan kehidupan sosial kita. Bagaimana sifat kepedulian sosial bisa muncul kalau kepedulian dianggap cukup hanya dengan menyampaikan melalui kata-kata di dunia maya? Mengumpulkan follower sebanyak-banyaknya tapi tidak mengenal tetangga sebelah?

Mulailah dari diri kita. Tunjukkan rasa kepedulian sosialmu melalui tindakanmu. Jangan selalu menganggap dirimulah yang butuh dibantu oleh orang lain. Masih banyak orang lain yang tidak seberuntung kita, lebih membutuhkan kepedulian kita. Dengan bertindak terlebih dahulu, semoga orang-orang di sekitar kita dapat turut tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Profile From Endang Suryana @ 2 Oct, 8:29 am (37 days ago)

Yes….akhirnya muncul juga postingan Adi. Menarik sekali pemikiran dan pendapatnya. Where do I start……? Where do I began….? Kita mulai dari diri kita sendiri…….itu akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…..ok. Nice discuss dear.

ProfileFrom Muhammad Rizaldy Fitrah @ 2 Oct, 11:52 am (37 days ago)

Luar biasa pak adi. Sangat setuju dengan “Mengumpulkan follower sebanyak-banyaknya tapi tidak mengenal tetangga sebelah?” :d

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:30 pm (36 days ago)

Sa ae om rizal :v

ProfileFrom Chandra Abianto @ 2 Oct, 12:30 pm (36 days ago)

Memasuki pergantian zaman, media sosial memang lebih diperhatikan ketimbang berkumpul bersama teman, tetangga, kerabat, dan keluarga. saatnya meminimalisir penggunaan media sosial agar kepedulian sosial bisa muncul lagi

ProfileFrom Adi Lestarianto Wibowo @ 2 Oct, 4:35 pm (36 days ago)

Betul. Tapi jangan sampai menganggap media sosial itu hal yang buruk ya?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan media sosial. Contoh, milis Rinfo Raharja atau iDu iLearning ini. Saya mungkin tidak mengenal pak Endang Suryana, mas Chandra, neng Anjelika, bung Rizal, atau kang Cahyo, namun berkat perbincangan di milis dan diskusi di iDu iLearning ini, saya jadi merasa dekat, merasa mengenal pak Endang yang sersan (serius tapi santai) atau bung Rizal yang selalu cepat tanggap dan aktif. Dan kali lain saya bertemu langsung dengan pak Endang atau teman-teman di perkuliahan ini, saya tidak akan membutuhkan banyak waktu untuk mulai berinteraksi langsung. Di sini media sosial membantu saya untuk peduli sosial, peduli dengan lingkungan sosial di perkuliahan iLearning+ ini.

Paradoks? Ga juga, ya itu tadi… waktu dan cara penggunaannya aja…  Media sosial membantu kita untuk berhubungan dengan orang-orang yang mungkin tidak kita kenal secara langsung, teman-teman yang tidak bisa kita temui langsung karena kesibukan kita, tapi pada saat kita menggunakannya jangan sampai teralihkan dari apa yang seharusnya menjadi fokus kita, orang-orang yang ada di dekat kita, lingkungan kita.

Eh… jadi kepanjangan reply-nya… tongue-out

 

 

Posted in

Article written by

Tak Ada Orang yang Terlalu Tua Untuk Belajar (Holbrook Jackson)

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.